READY TO NEW NORMAL !
Halo semuanya dikesempatan kali ini kita bakalan bahas tentang penerapan teknologi di indonesia selama era new normal.
Sebelumnya perkenalkan terlebih dahulu
aku angelica felice liem,
aku isabella yesamine,
kalo aku Thessalonica maria,
jangan lupa ada aku johannes christian.
Nah kita bakalan menceritakan dulu gimana awal adanya era new normal di Indonesia.
Semua ini berawal dari adanya virus covid 19 yang lebih dikenal dengan sebutan virus corona. Virus ini menyebabkan pandemi di berbagai belahan dunia dan bahkan banyak negara sampai saat ini masih berjuang untuk melawan virus corona termasuk Indonesia. Awal mula virus ini terdapat di Kota Wuhan, China. Kemudian virus ini menyebar ke berbagai negara. Lantas bagaimana virus corona dapat masuk ke indonesia ? Nah, awalnya ada seorang warga negara Indonesia yang berdansa dengan seorang warga negara Jepang yang berdomisili di Malaysia dan kebetulan sedang berkunjung ke indonesia pada tanggal 14 februari 2020. Kemudian, setelah itu pada tanggal 16 februari 2020 warga negara Indonesia yang diketahui berumur 31 tahun ini menderita sakit batuk. Kemudian, ia pergi ke rumah sakit dan hanya diberi obat kemudian disuruh pulang tetapi batuknya tidak kunjung sembuh. Sehingga pada tanggal 26 Februari 2020 ia pergi ke rumah sakit lagi dan batuknya justru disertai dengan sesak nafas kemudian ia dirawat inap. Selang 2 hari yaitu pada tanggal 28 Februari 2020 ia diberitahukan oleh salah seorang temannya di Malaysia bahwa warga negara Jepang yang berkontak langsung dengan dirinya itu terjangkit virus corona dan dinyatakan positif. Mengetahui hal tersebut warga negara Indonesia ini segera memberitahukan kepada pihak rumah sakit dan pihak rumah sakit segera melakukan tracking siapa saja yang berkontak langsung dengan pasien, serta melakukan serangkaian test untuk membuktikan ia positif corona atau tidak. Setelah dilakukan berbagai test, diketahui ia terkena virus corona kemudian di rujuk ke RSPI Sulianto Saroso karena alatnya lebih memadai. Begitu lah awal masuknya virus corona di Indonesia.
Nah, lantas apa saja organ tubuh yang diserang oleh virus corona ini ? Diketahui virus corona
menyerang organ tubuh manusia yaitu paru-paru. Virus covid 19 ini dapat berpindah melalui droplet atau percikan cairan mulut saat penderita covid 19 bersin maupun batuk, Virus Corona akan bertransmigrasi melalui udara dan masuk ke dalam saluran pernapasan orang lain dan persebaran virus ini sangatlah cepat. Awalnya virus ini akan menginfeksi saluran pernapasan bagian atas seperti sinus, rongga mulut, dan tenggorokan. Biasanya akan disertai gejala seperti demam dan batuk. Pada tahap ini infeksi yang dilakukan oleh virus masih tergolong sedang. Setelah itu virus baru akan masuk dan menginfeksi paru-paru dan menyebabkan pneumonia yang dapat menyebabkan sesak nafas yang berakibat kematian. Virus ini berbahaya karena selain penyebarannya yang sangat cepat juga karena virus ini dapat merusak paru-paru secara permanen.
Virus covid 19 ini mempengaruhi perempuan dan laki-laki secara berbeda. Hal ini dikarenakan
perempuan memiliki 2 kromosom X sedangkan laki-laki hanya memiliki 1. Kromosom X inilah yang mengandung protein yang dapat mengenali virus seperti virus corona dan karena itulah respon imun dari perempuan terhadap infeksi dan vaksin virus corona lebih agresif. Sehingga tingkat kesembuhan terhadap virus ini lebih tinggi pada wanita dibanding laki-laki.
Upaya yang dapat kita lakukan untuk mencegah tertular dan menulari orang lain dengan virus covid 19 adalah selalu menggunakan masker dan sering mencuci tangan. Selain itu, kita bisa meningkatkan sistem imun kita dengan berolahraga seperti bersepeda, makan makanan bergizi, dan mengonsumsi vitamin maupun suplemen.
Lantas sejauh apa persebaran virus corona di Indonesia ? Kita akan memberi tahu kalian.
Awalnya ada2 orang yang terjangkit virus corona pada tanggal 2 Maret 2020 mereka adalah ibu dan anak yang tertular oleh warga negara Jepang setelah melakukan kontak langsung kemudian kasus penularan virus corona melonjak dengan drastis. Pada tanggal 1 april 2020 dari yg awalnya 2 orang saja menjadi 1.677 orang sebanyak 103 orang sembuh dan 157 orang meninggal. (data diperoleh dari www.kawalcovid19.id)
Kemudian pada 1 mei 2020 kasus virus corona menjadi 10.551orang sebanyak 1.591 orang sembuh dan 800 orang meninggal. (data didapat dari kawalcovid19.id)
Setelah melihat grafik yang ada dan dirasa lonjakan kasus yang cukup drastis pemerintah memberlakukan psbb atau pembatasan sosial berskala besar di berbagai daerah untuk menekan laju perkembangan virus corona. Tetapi hal tersebut berdampak pada perekonomian negara. Lantas pemerintah mengganti kebijakan dengan "era new normal" saat diterapkan kebijakan "era new normal" ini kasus virus corona bertambah tinggi pada awal Juni, kasus virus corona menjadi 26.940 orang dengan kesembuhan 7.697 orang dan kematian 1.641 orang.(data didapat dari www.kawalcovid19.id)
Kemudian pada tanggal 1 Juli 2020 kasus virus corona di Indonesia menjadi 57.770 orang dengan kasus kesembuhan sebanyak 25.595 orang dan kasus kematian 2.934 orang.(data didapat dari www.kawalcovid19.id)
Tetapi pada tanggal 9 Juli 2020 terjadi lonjakan kasus virus corona tertinggi sebanyak 2.657 orang dalam sehari. Kemudian pada awal Agustus 2020 kasus virus corona di Indonesia menjadi 109.936 kasus positif dengan kasus kesembuhan 67.919 orang dan kasus meninggal 5.193 orang. (data didapat dari www.kawalcovid19.id)
Dari data yang didapat kasus positif virus corona di indonesia mengalami kenaikan terus menerus
tetapi juga diimbangi dengan kasus kesembuhan yang semakin hari semakin meningkat dibanding dengan kasus kematiannya diketahui juga persentase kesembuhan pada pasien wanita lebih tinggi daripada pasien pria.
Wilayah Kasus persebaran Virus Corona tertinggi di Indonesia berada di Provinsi Jawa Timur.
Untungnya di Era New Normal ini terdapat berbagai kemajuan teknologi di Indonesia yang dapat digunakan untuk menanggulangi Virus Corona seperti contohnya thermo gun. Lantas apakah itu thermo gun ?
Thermo gun adalah pengukur suhu tubuh seperti termometer yang menggunakan radiasi panas tubuh untuk mengetahui suhu tubuh seseorang. Jadi kita tidak perlu bersentuhan dengan orang lain untuk mengukur suhu tubuh orang tersebut karena apabila bersentuhan dapat beresiko menyebabkan penularan Virus Corona. Thermo gun sendiri banyak kita jumpai di Era New Normal ini pada saat kita akan masuk ke pusat perbelanjaan, restoran, pasar, maupun tempat umum lainnya kita pasti akan di cek dahulu apakah suhu tubuh kita normal atau tidak hal ini adalah salah satu upaya untuk menekan laju penyebaran Virus Corona.
Kemudian perkembangan teknologi yang digunakan dalam dunia kedokteran adalah rapid test dan swab test.
Apa itu rapid test ? Nah, Rapid Test adalah sebuah test yang menggunakan sampel darah seseorang kemudian menggunakan IgG dan IgM yaitu antibodi yang terdapat dalam darah.
jika IgG dan IgM dalam darah meningkat maka dapat disimpulkan dalam diri orang tersebut terjadi sebuah infeksi tapi belum dapat dipastikan orang tersebut terkena Virus Corona maka dari itu dilanjut dengan swab test yaitu test yang menggunakan lendir hidung / tenggorokan seseorang. Dengan metode PCR dari swab test inilah dapat diketahui seorang pasien ini terjangkit virus COVID-19 atau tidak.
Kita ketahui semua bahwa virus COVID-19 ini memang sangat merugikan banyak pihak. Banyak penduduk kehilangan pekerjaannya, tetapi hal tersebut tidak membuat mereka patah semangat mereka dapat dengan lincah segera berganti pada pekerjaan yang masih memungkinkan untuk saat ini dikerjakan. Contohnya adalah banyaknya usaha yang membuka peluang bisnis dengan berjualan masker maupun face shield. Di Era New Normal seperti sekarang ini penggunaan masker dan face shield merupakan suatu hal yang diwajibkan untuk menekan laju perkembangan Virus Corona. Oleh karena itu, tidak salah jika terjadi lonjakan pembuatan masker dan face shield.
Industri pembuatan masker kain dan face shield pun terdapat dimana-mana untuk menggantikan
usaha yang berhenti akibat adanya pandemi virus corona. Industri masker dan face shield berlomba menciptakan berbagai terobosan baru dalam produknya contohnya adalah masker kain. Masker kain lebih efektif dibandingkan masker medis karena masker kain bisa dipakai berulang kali dengan cara mencuci setelah digunakan. Tetapi untuk memulai usaha masker kain dan face shield tentulah harus dipikirkan matang-matang. Pertama-tama kita harus mempersiapkan rencana untuk memproduksi masker kain dan face shield dengan cara yang pertama, mencari ide/gagasan bentuk usaha kerajinan. Yang kedua, menulis ide tersebut dalam wujud sketsa. Yang ketiga, mengembangkan ide yang telah dirancang dalam wujud sketsa dan yang terakhir mewujudkan ide sesuai rancangan awal. Menulis ide tersebut dalam wujud sketsa meliputi perencanaan 6M yaitu man, material, machine, methods, money, dan market. Selain itu juga dengan mensketsa pola. Mewujudkan ide dengan tahapan Menyiapkan pola, memotong pola, menyatukan pola dengan merakit, dan yang terakhir finishing. Yang tidak kalah penting adalah pengemasan. Pengemasan sebagai bagian terluar dari barang yang menjamin keamanan produk dan juga kemasan terluar yang unik bisa membuat orang tertarik. Terakhir, melakukan pemasaran, kita melakukan pemasaran dengan via social media dan E-commerce.
Nah sekian penjelasan dari kami. Sumber literasi yang menjadi pendukung tulisan kami ini adalah https://www.alodokter.com/cegah-virus-corona-dengan-memperkuat-sistem-imun-tubuh
https://www.halodoc.com/artikel/ini-yang-terjadi-pada-paru-paru-saat-terserang-virus-corona
https://m.mediaindonesia.com/read/detail/296852-perlu-uji-genetik-untuk-mendeteksi-infeksi-covid-19
https://www-bbc-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.bbc.com/indonesia/vert-fut-52266162.amp?amp_js_v=a3&_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=15954953556694&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_tf=From%20%251%24s&share=https%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Fvert-fut-52266162
If you change the way you look at things,
the things you look at change.















Komentar
Posting Komentar